Meski Sudah Musim Hujan, Permintaan Air Bersih di Cianjur Masih Tinggi

- 26 November 2019, 17:28 WIB
Krisis Air Bersih

Rusaknya area hutan di kawasan pegunungan, disinyalir menjadi penyebab tidak normalnya sumber air dari pegunungan.

”Kalau jalan ke arah puncak itu, hutan sudah banyak yang digunduli. Tanamannya dirubah, asalnya hutan jadi sayuran. Padahal kan sayuran tidak menyerap air, tidak heran kalau cepat banjir di kawasan utara,” ucapnya.

Baca Juga: Saung Sarongge Tawarkan Konsep Berbeda Untuk Tarik Wistawan

Ia mengatakan, sejumlah air permukaan di kawasan utara kini terus dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan. Tidak jarang, akhirnya harus sedikit berebut dengan petani yang menggunakan air untuk pengairan pertanian.

Oleh karena itu, Budi terus mencari penambahan air yang bersumber dari Bogor untuk mendukung pasokan yang sudah ada.

Budi meyakinkan, PDAM akan tetap berusaha memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan. Apalagi, hingga saat ini sumber air PDAM disebut masih aman dan debit air juga diklaim masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Hanya saja, PDAM cukup terkendala oleh pola konsumsi pelanggan yang cenderung meningkat saat ini. Soalnya, masyarakat tidak memiliki alternatif sumber air yang lain sehingga hanya mengandalkan air dari PDAM.

”Ini pasokannya sama ya, tidak ada yang berkurang. Hanya saja karena penggunaan meningkat, jadi ya bagi-bagi juga,” ujar Budi.

Hingga saat ini, kekeringan masih belum teratasi meskipun hujan deras seringkali turun di Cianjur. Di beberapa daerah, warga bahkan harus mencari sumber pengairan yang lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Terkini

Pikiran Rakyat Media Network

X