Kunjungan Kerja ke NTT, Jokowi: 34 Persen Kemiskinan Ada di Sini

- 23 Februari 2021, 18:54 WIB
Jokowi saat mengunjungi NTT untuk memantau waduk dan ladang serta meminta tambahan waduk juga embung.* //Instagram/@jokowi

PR CIANJUR – Hari ini ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa hal penting.

Salah satunya yaitu rencana perluasan lumbung pangan atau food estate dari 5.000 hektare menjadi 10.000 hektare.

“Di sini memang, di Kabupaten Sumba Tengah ini, kita siapkan saat ini memang baru 5.000 hektare, di mana yang 3.000 (hektare) ditanam padi, kemudian yang 2.000 (hektare) ditanam jagung. Tapi ke depan akan diperluas lagi dengan keluasan 10.000 hektare, yang nantinya dibagi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare untuk jagung,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 23 Februari 2021: Al Penasaran Siapa Ayah Sebenarnya dari Reyna

Food estate itu sendiri berada di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Dilansir Pikiranrakyat-Cianjur.com dari Setkab, Selasa 23 Februari 2021 food estate yang dikembangkan di NTT ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ditambah, tingkat kemiskinan di sana masih sangat tinggi, dan juga waktu produktif panen hanya sekali dalam setahun.

“Data yang saya miliki, 34 persen kemiskinan ada di sini. Dan, panen yang ada di Sumba Tengah ini masih setahun baru sekali, yaitu padi. Kita ingin mengelola agar satu tahun bisa dua kali panen padi dan sekali panen jagung atau kedelai,” ucap Jokowi.

Baca Juga: 92,8 Persen Responden Menilai Dukungan Partai Golkar terhadap Kebijakan Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Paling Besar

Masalah utama lainnya yaitu ketersediaan air yang langka di NTT. Jokowi menuturkan air tersebut berguna untuk air baku kebutuhan sehari-hari dan juga berguna untuk kebutuhan irigasi.

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Setkab


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X