Mutilasi di Kalibata City Bukan Satu-satunya, ini Kasus Pembunuhan Serupa yang Berawal dari Tinder

- 19 September 2020, 07:00 WIB
Aplikasi tinder.
Aplikasi tinder. /Dok. AFP/Martin BUREAU/

PR CIANJUR - Pekan ini masyarakat dikagetkan dengan penemuan mayat termutilasi di salah satu kamar Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Korban diketahui berinisial RHW yang berprofesi sebagai HRD di sebuah perusahaan konstruksi.

Sepasang kekasih yang jadi pelaku pada pembunuhan ini memang telah lama mengincar kekayaan milik korban.

Baca Juga: Kampanye ‘Semua Rp1’ ShopeePay Dorong Adopsi Transaksi Contactless dengan Lebih dari 8 Juta Voucher

Baca Juga: Kakek 80 Tahun Asal Kalinusu Bumiayu Brebes, Rasakan AMD Yang Kedua

Setelah penangkapan tersangka, diketahui bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan secara detail oleh kedua pelaku.

Melalui aplikasi kencan Tinder, pelaku LAS berkenalan dan berkomunikasi dengan korban.

Sudah saling mengenal lebih jauh, LAS mengajak korban untuk bertemu di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Hingga pertemuan dan pembunuhan terjadi di apartemen tersebut, dengan pukulan serta penusukan yang dilakukan oleh DAF yang merupakan kekasih LAS.

Usai memutilasi korban, potongan tubuh RHW dibawa tersangka ke unit apartemen di Kalibata City lantai 16, kemudian, mereka lantas menguras habis rekening RHW.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Isolasi di Hotel Disudahi, Jumlah Pasien Covid-19 di Surabaya Menurun

Perlu diketahui kasus pembunuhan melalui aplikasi Tinder ini bukanlah sebuah tragedi yang pertama kali terjadi.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya di artikel "Mutilasi di Kalibata City Bukan yang Pertama, Ini 3 Kasus Pembunuhan karena Tinder".

Kasus pembunuhan seperti di Kalibata City sebelumnya juga terjadi di beberapa negara lainnya di luar Indonesia.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari berbagai sumber, berikut kasus-kasus pembunuhan di dunia setelah perkenalan melalui aplikasi Tinder:

1. Kasus Pembunuhan di India

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Isolasi di Hotel Disudahi, Jumlah Pasien Covid-19 di Surabaya Menurun

Pada tahun 2019, seorang wanita berusia 27 tahun ditangkap setelah dituduh melakukan penculikan dan pembunuhan pada seorang pria yang di temuinya melalui Tinder.

Wanita tersebut diketahui bernama Priya Seth, bukan pertama kali masuk ke dalam penjara, ia sebelumnya telah banyak melakukan penipuan pada ribuan pria yang dikenalnya melalui Tinder.

Pada Mei 2019 lalu, Priya Seth ditangkap bersama dengan kedua kaki tangannya setelah membunuh seorang pria yang dimasukkannya kedalam sebuah koper kemudian dibuang di jalan raya Jaipur, New Delhi.

Bersama dengan dua orang komplotannya, Priya Seth menjebak Dushyant Sharma (27) melalui aplikasi kencan 'Tinder'.

Baca Juga: Mulai Kewalahan Tampung Pasien Covid-19, Lima Rumah Sakit di Cirebon Butuh Tambahan Ruang Perawatan

Pada awalnya Sharma mengaku sebagai seorang jutawan sehingga membuat Priya Seth menjeratnya sebagai korban.

Namun, usai menculik korban ketiga pelaku menyadari jika pria itu adalah pedagang kecil-kecilan dan tidak memiliki jenis uang yang dia klaim untuk dimiliki.

Mereka kemudian memeras ayah korban setelah menikamnya hingga tewas.

Kasus ini terungkap setelah polisi menemukan tubuh Dushyant Sharma yang dimasukkan ke dalam koper di sepanjang jalan raya Delhi-Jaipur.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 4 orang di Sumedang, Total menjadi 134 Kasus.

Dalam waktu sepuluh jam setelah tubuhnya ditemukan, polisi telah menangkap para pembunuh Dushyant.

2. Kasus Pembunuhan di Utah, Amerika Serikat

Pada 24 Mei 2020 kemarin, Ethan Robert Hunsaker menelepon operatir darurat dan mengaku telah membunuh seorang wanita yang ia temui di Tinder.

Usai panggilan telepon tersebut, petugas menemukan seorang wanita bernama Ashlyn Black (25) berada dalam posisi tengkurap di kamar tidur dengan luka tusukan di tubuhnya.

Sebelumnya Hunsaker menjemput Black di rumahnya dan mereka pergi ke sebuah bar di Layton, Utah, Amerika Serikat.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 4 orang di Sumedang, Total menjadi 134 Kasus.

Kemudian mereka beristirahat di rumah Hunsaker sebelum pembunuhan itu terjadi.

Pelaku mengaku ia mencekik korban sekuat tenaganya, Ashlyn Black mencoba melawan dengan mencoba menarik lengan pelaku.

Hunsaker kemudian mendapatkan pisau saku dengan bilah empat inci dan menusuknya antara lima dan 10 kali.

Pelaku mengaku tak memiliki permasalahan dengan korban namun, ia kerap kali berpikir untuk melakukan pembunuhan.

Baca Juga: Covid-19 Dikhawatirkan Sulit Terkendali di Sukabumi Jika Warga Abaikan Protokol Kesehatan

Atas kejadian terseut Hunsaker diagnosis memiliki penyakit kesehatan mental kini ia ditahan di Penjara Davis County tanpa jaminan.

3. Kasus Pembunuhan di Selandia Baru

Grace Millane dicekik oleh pembunuhnya di kamar hotel di Auckland setelah kencan Tinder.

Pembunuhan itu terjadi pada 1 Desember 2018 silam, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-22.

Millane bertemu tersangka di Tinder, dan tubuhnya ditemukan di dalam koper, terkubur di Waitakere Ranges, hutan hujan di pinggiran kota, penemuan mengerikan yang mengejutkan Selandia Baru.

Baca Juga: 6 Ciri Akun Whatsapp Disadap, Berikut Tanda-tandanya

Tersangka merupakan seorang pria berusia 27 tahun ia menggunakan mesin pencari untuk mencari cara membuang jenazah.

Bahkan ia mengambil foto-foto intim Millane dan menghabiskan waktu di situs pornografi.

Tak hanya itu saja bahkan pelaku mengatur kencan Tinder lain keesokan paginya, meski korban sudah terbaring tak bernyawa.***(Rahmi Nurfajriani/Pikiran-Rakyat.com)

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

x