BMKG Cianjur Pasang 16 Alat Deteksi Gempa

- 26 November 2019, 17:19 WIB
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mokhamad Irfan Sofyan memperlihatkan alat deteksi bencana di kantor BPBD, Selasa (26/11/2019). Cianjur mendapat sebanyak 16 intensity meter karena termasuk ke dalam wilayah rawan gempa di Jawa Barat. *
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mokhamad Irfan Sofyan memperlihatkan alat deteksi bencana di kantor BPBD, Selasa (26/11/2019). Cianjur mendapat sebanyak 16 intensity meter karena termasuk ke dalam wilayah rawan gempa di Jawa Barat. * /Shofira Hanan/

CIANJUR, (PR)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang alat intensity meter di 16 kecamatan.

Alat pengestimasi tingkat getaran gempa bumi itu, sebagian besar dipasang di wilayah selatan karena memiliki potensi gempa yang cukup tinggi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, ada beberapa wilayah yang dipasangi alat tersebut.

Baca Juga: Minimnya Fasilitas untuk Difabel Sulitkan Akses Sarana dan Pelayanan

Wilayah itu adalah Kecamatan Agrabinta, Cidaun, Naringgul, Sindangbarang, Cibinong, Pasirkuda, Takokak, Cijati, Cibeber, Cikalongkulon, Sukaresmi, Cipanas, Warungkondang, Bojongpicung, Karangtengah, dan Cianjur.

”Pemasangan alat ini cukup banyak di Cianjur. Dari 66 titik persebaran di Jawa Barat, 16 ada di sini. Nantinya, alat ini digunakan untuk mengetahui intensitas guncangan gempa bumi yang berpotensi terhadap kerusakan bangunan,” ujar Irfan, Selasa 26 November 2019.

Kemudian, alat itu juga digunakan untuk mengirim data hasil pengamatan ke BMKG melalui internet secara otomatis. Percepatan tanah maksimum akibat gempa bumi pun dapat diketahui menggunakan alat tersebut. 

Baca Juga: Saung Sarongge Tawarkan Konsep Berbeda Untuk Tarik Wistawan

Dengan kata lain, hasil pengamatan tingkat guncangan dari alat kemudian dianalisis untuk dijadikan salah satu parameter memonitor potensi tingkat dampak kerusakan.

Irfan menjelaskan, pemilihan lokasi pemasangan alat intensity meter dilakukan berdasarkan pemetaan langsung oleh BMKG.

Sementara BPBD Kabupaten Cianjur, hanya sebatas memberikan masukan dimana titik-titik yang terpetakan rawan terjadi gempa.

Baca Juga: Miliki Sejarah Panjang, Gedung Ampera Cianjur Tidak Terawat

”Kabupaten Cianjur ini berada di wilayah patahan (sesar) Lembang. Potensi terjadinya gempa memang cukup tinggi di Cianjur, makanya perlu ada upaya antisipasi meminimalkan risiko bencana," ujar dia.

Ia pun mengimbau, agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kebencanaan yang tidak bisa diprediksi. 

Irfan mengungkapkan, saat ini Cianjur masih menempati posisi pertama pada indeks risiko bencana di Indonesia.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pemahaman kebencanaan masyarakat harus terus dipupuk. Dibarengi dengan kesadaran akan potensi bencana di sekeliling.***

 

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x