Orang Tua Tak Punya Biaya Berobat, Arya Nantikan Uluran Tangan Berbagai Pihak

- 3 Desember 2019, 14:08 WIB
rya Tanjung balita warga Kampung Majalaya, Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat, butuh uluran tangan berbagai pihak untuk menjalani perawatan di RSUD Cianjur.*
rya Tanjung balita warga Kampung Majalaya, Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat, butuh uluran tangan berbagai pihak untuk menjalani perawatan di RSUD Cianjur.* /ANTARA/

CIANJUR (PR)- Keadaan mengkhawatirkan dialami balita penderita penyakit Meginitis dan TBC Arya Tanjung (2). Arya yang tinggal di Kampung Majalaya, Desa Majalaya, Kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, Jawa Barat, mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Lantaran kedua orang tuanya Sanuri (40) dan Kartika Septiana (28) tidak mempunyai biaya berobat, Arya hanya menjalani perawatan di rumah dan seharusnya dirawat di rumah sakit.

"Arya hanya bisa terbaring lemas di atas kasur, penyakit menginitis dan TBC yang dideritanya membuat tubuhnya semakin kurus. Keterbatasan biaya membuat kami tidak dapat berbuat banyak," kata Kartika kepada wartawan di Cianjur, Senin 2 Desember 2019.

Baca Juga: Melebihi Batas Maksimal, Angka Balita Gizi Buruk di Cianjur Mengkhawatirkan

Melansir Antara, Kartika menjelaskan awal mula anaknya itu menderita sakit. Sejak usia 20 bulan, gejala awal yang dialami adalah demam tinggi, diare dan kejang karena suhu tubuh yang tidak kunjung turun.

"Ketika itu saya bawa Arya ke bidan dan dirujuk ke rumah sakit karena harus mendapat penanganan dokter. Di rumah sakit baru tahu kalau anak saya menderita Meginitis dan TBC," katanya.

Ketika berasa di rumah sakit, Arya langsung mendapatkan perawatan di ruang HCU karena sempat mengalami koma. Selama 16 hari di RSUD, Arya menjalani rawat inap.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Kerusakan Sejumlah Bangunan

Setelah kesadaran berangsur pulih dan membaik, Arya langsung menjalani perawatan lanjutan dan dialihkan ke ruang isolasi.

"Setelah 40 hari dirawat di RSUD Cianjur, kami membawa Arya pulang karena biaya rumah sakit semakin membengkak, sedangkan kami tidak memiliki jaminan sosial kesehatan," katanya.

Ketika mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Arya kian memburuk, Berat badan anak kedua tersebut terus menurun, dari awalnya 12 kilogram menjadi 7 kilogram.

Baca Juga: Peralihan Musim Bisa Sebabkan Hewan Ternak Tejangkit Diare

Untuk asupan makanan, Arya juga sudah tidak bisa makan seperti biasa. Menggunakan selang bantu, makanan dimasukan melalui hidung.

"Rencananya Arya akan kembali dirawat di rumah sakit dan pembiayaannya akan ditanggung pemerintah daerah. Namun kami harus mengurus terlebih dulu administrasi kependudukan karena kami pindah dari Depok ke Cianjur," katanya.

Terkait kondisi Arya yang kian memprihatinkan, Kepala Desa Majalaya, Mita Sasmita menuturkan dari awal telah berupaya untuk membantu pengobatan Arya. Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit terkait pembiayaan.

Baca Juga: Bawaslu Cianjur Lakukan Perekrutan Panwascam dengan Sistem Baru

Sementara itu mengenai Pengurusan Adminduk, pihak Pemdes akan membantu pihak keluarga agar segera cepat keluar, sehingga Arya bisa segera mendapatkan perawatan dengan pembiayaan dari pemerintah.

"Petugas dari puskesmas secara rutin melakukan pemeriksaan ke rumah Arya, mereka akan terus memantau kesehatannya. Untuk adminduknya akan dibantu agar segera selesai dan Arya dapat ditangani secara maksimal," katanya.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x