Viral Seorang Ibu Ditahan Bersama Bayinya, Sahroni: Tak Dibenarkan Kalau Tindakan Ini Berakhir di Tahanan

- 22 Februari 2021, 09:10 WIB
Potret Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. /Instagram @ahmadsahroni88/

PR CIANJUR - 2 dari 4 orang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa ditahan bersama bayinya yang masih menyusui usai memprotes dengan melempar batu ke pabrik rokok yang berada di Dusun Eat Nyiur.

Di samping itu, pihak pabrik lebih memilih memperkerjakan orang luar dibanding warga setempat, ditambah polusi yang ditimbulkan menjadi alasan utama mereka melempar pabrik rokok tersebut.

Keempat IRT itu harus menyusui anaknya di Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di NTT, Pangdam IX Udayana dan Shopee Indonesia Komitmen Berikan Solusi

Kasus itu kemudian dikecam oleh Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ahmad Sahroni yang meminta untuk segera membebaskan IRT tersebut.

Sahroni menuturkan bahwa dalam hukum aspek-aspek humanis harus pidana seperti itu harus dipertimbangkan.

Mengingat para IRT ini masih dibutuhkan oleh anak-anaknya, terlebuh hanya menuntut haknya sebab polusi pabrik yang mengganggu kesehatan seperti dikutip Pikiranrakyat-cianjur.com dari Antara.

Baca Juga: Sudjiwo Tejo memberikan Pendapat Soal Perselingkuhan Artis Melalui Akun Instagram Miliknya

“Dalam hukum itu ada namanya aspek-aspek humanis yang perlu dipertimbangkan, apalagi para IRT ini masih dibutuhkan oleh anak-anaknya. Sangat tidak masuk akal kalau mereka harus menyusui di penjara,” ujar Sahroni.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X